(Puisi) Wajah


Maka, engkau hanya menitipkan aku pada waktu yang paling relung,

menjadi renta,

sementara pembacaanku pada sajak-sajakmu semakin terbata,,

Beri aku sepotong cermin

setidaknya aku dapat berkaca, pada sepotong bayang,

bahwa wajahku adalah aku, sepeninggal kamu.

 

-Sri Maryani-

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s